Control Flow dalam PHP (if – else, if – elseif – else, switch – case, for, while, break, continue, return, exit)

Posted on Updated on


php64akhirnya pada artikel kali ini saya akan melakukan pembahasan mengenai Control flow pada PHP, Control flow dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai aliran kendali, tapi maksud sebenarnya dari control flow adalah bagaimana urutan eksekusi perintah di dalam program. Misalnya, dalam function berikut:

function testFlow(){
    int a = 10;
    echo(a);
}

Pada fungsi diatas, perintah pertama yang dijalankan adalah mengisi nilai 10 ke dalam variabel a. Perintah kedua yang dijalankan adalah menampilkan nilai yang tersimpan dalam variabel a (dalam hal ini 10) ke browser. Control flow di atas merupakan sebuah contoh sederhana. Beberapa control flow yang tersedia dalam PHP diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Percabangan (branching)
  • Perulangan (looping)
  • Perpindahan (jumping)

Percabangan

Percabangan, atau sering disebut juga dengan istilah decision-making, memungkinkan aplikasi untuk memeriksa isi suatu variabel atau hasil perhitungan ekspresi dan mengambil tindakan yang sesuai. Ada dua jenis percabangan, dipilih berdasarkan kriteria pemeriksaan dan jumlah pilihan yang tersedia.

if – else

Konstruksi if-else dapat dijelaskan sebagai berikut :

if(condition){
    // statement 1 goes here
}else{
    // statemant 2 goes here
}
// statement 3 goes here

Aliran program pada contoh diatas :

  1. Condition akan diperiksa
  2. Bila bernilai true, statement 1 akan dijalankan
  3. Bila bernilai false, statement 2 akan dijalankan
  4. Statement 3 dijalankan

if – elseif – else

Untuk pilihan yang lebih dari dua, PHP menyediakan konstruksi if-elseifelse.

if(condition1){
    // statement 1
}elseif(condition2){
    // statement 2
}else{
    // statement 3
}
// statement 4

Ada 3 kemungkinan aliran program pada contoh diatas :

Apabila condition 1 bernilai true

  1. Statement 1 dijalankan
  2. Statement 4 dijalankan

Apabila condition 1 bernilai false, dan condition 2 bernilai true :

  1. Statement 2 dijalankan
  2. Statement 4 dijalankan

Apabila condition 1 dan condition 2 bernilai false :

  1. Statement 3 dijalankan
  2. Statement 4 dijalankan

Berikut ini adalah Contoh penggunaan if-else. Silahkan membuat dua file, control_flow.html dan condition.php, control_flow.html mempunyai tampilan sebagai berikut :

php64

condition.php berisi listing kode sebagai berikut :

<?
$kelabu = "#303030";
$putih = "#FFFFFF";
if($kelamin1 == "Pria"){
    $background1 = $kelabu;
}else{
    $background1 = $putih;
}
if($kelamin2 == "Pria"){
    $background2 = $kelabu;
}else{
$background2 = $putih;
}
if($kelamin3 == "Pria"){
    $background3 = $kelabu;
}else{
    $background3 = $putih;
}
if($kelamin4 == "Pria"){
    $background4 = $kelabu;
}else{
    $background4 = $putih;
}
$output = "
<table border=1>
    <tr>
        <td background=$background1>$nama1</td>
    </tr>
    <tr>
        <td background=$background2>$nama2</td>
    </tr>
    <tr>
        <td background=$background3>$nama3</td>
    </tr>
    <tr>
        <td background=$background4>$nama4</td>
    </tr>
</table>
";
echo($output);
?>

switch – case

konstruksi untuk modul switch-case dapat dilihat pada kode sebagai berikut :

switch(a){
    case 1;
        // statement 1 goes here
    break;
    case 2;
        // statement 2 goes here
    break;
    case 3;
        // statement 3 goes here
    break;
    default;
        // statement 4 goes here
    break;
}
// statement 5 goes here

Aliran program dari kode switch – case diatas adalah sebagai berikut:

  1. Variabel a diperiksa
  2. Statement dieksekusi
    • Apabila a == 1, statement 1 dijalankan
    • Apabila a == 2, statement 2 dijalankan
    • Apabila a == 3, statement 3 dijalankan
    • Apabila a tidak memenuhi 2a – 2c, statement 4 dijalankan
  3. Statement 5 dijalankan

Keyword break memegang peranan penting di sini. Fungsinya adalah mencegah fall-through,

bandingkan dengan program berikut (break di case ke 1 dihilangkan)Aliran program dari kode

switch – case diatas adalah sebagai berikut:

  1. Variabel a diperiksa
  2. Statement dieksekusi
    • Apabila a == 1, statement 1 dijalankan
    • Apabila a == 2, statement 2 dijalankan
    • Apabila a == 3, statement 3 dijalankan
    • Apabila a tidak memenuhi 2a – 2c, statement 4 dijalankan
  3. Statement 5 dijalankan

Keyword break memegang peranan penting di sini. Fungsinya adalah mencegah fall-through, bandingkan dengan program berikut (break di case ke 1 dihilangkan)

switch(a){
    case 1;
        // statement 1 goes here
    case 2;
        // statement 2 goes here
    break;
    case 3;
        // statement 3 goes here
    break;
    default;
        // statement 4 goes here
    break;
}

Aliran program untuk script di atas adalah sebagai berikut

  1. variabel a diperiksa
  2. Selanjutanya PHP akan mengeksekusi case 1 dan 2, karena pada case 1 break di hilangkan
    • Apabila a == 1, statement 1 dijalankan, kemudian menjalankan statement 2.
    • Apabila a == 2, statement 2 dijalankan
    • Apabila a == 3, statement 3 dijalankan
    • Apabila a tidak memenuhi 2a – 2c, statement 4 dijalankan
  3. Statement 5 dijalankan

Untuk melihat contoh penggunaan switch – case, tambahkan tampilan pada control_flow.htm menjadi seperti gambar di bawah.

php64-1

<?
switch($bulan){
    case 1 :
    case 3 :
    case 5 :
    case 7 :
    case 8 :
    case 10 :
    case 12 :
        $hari = 31;
        break;
    case 4 :
    case 6 :
    case 8 :
    case 11 :
        $hari = 30;
        break;
    case 2 :
        if(($tahun%4) == 0){
            $hari = 29;
        }else{
            $hari = 28;
        }
}
echo("<h2> Jumlah hari pada bulan $bulan tahun $tahun = $hari hari</h2>");
?>

Perulangan

for

Looping dengan for disebut juga determinate loop, artinya looping yang jumlah pengulangannya (iterasi) telah ditentukan di awal looping. Ada beberapa bagian penting dari for loop:

  • Initialization expression
    Initialization Expression dijalankan satu kali, pada saat looping dimulai. Biasanya bagian ini digunakan untuk menginisialisasi counter(penghitung).
  • Stop condition
    Stop condition diperiksa nilainya sebelum setiap iterasi dieksekusi. Apabila condition bernilai false, iterasi dihentikan.
  • Iterative expression
    Iterative expression dilakukan setelah iterasi dieksekusi. Bagian ini biasanya digunakan untuk menambah nilai counter.
  • Loop body
    Loop body dieksekusi sekali setiap iterasi, merupakan perintah yang ingin kita lakukan berulang-ulang.

Untuk melihat contoh penggunaan for, tambahkan tampilan pada control_flow.htm menjadi seperti gambar di bawah.

php64-2

pada condition.php buat script berikut

<?
$sum = 0;
for($i=0; $i<strlen($words); $i++){
    if(substr($words, $i, 1) == $word){
        $sum ++;
    }
}
echo $sum;
?>

while

while loop juga dikenal dengan istilah indeterminate loop, artinya jumlah loopingnya tidak ditentukan pada awal looping. while loop lebih sederhana daripada for loop, karena cuma memiliki dua bagian:

  • Stop Condition
    Stop condition diperiksa sebelum tiap iterasi dilaksanakan. Selama stop condition bernilai true, perintah dalam loop body akan dilakukan berulang-ulang. Iterasi akan dihentikan apabila stop condition bernilai false.
  • Loop body
    Sama seperti pada for loop, loop body dilaksanakan satu kali setiap iterasi. Loop di atas akan berjalan terus tanpa henti, karena tidak ada perintah yang mengubah nilai stop condition.

do-while loop merupakan modifikasi dari while loop. Bentuknya dapat dilihat pada sampel kode berikut:

do{
// some statement
}
while (a == true)
untuk melihat contoh penggunaan while, gunakan form yang sama seperti contoh untuk for pada condition.php
buat script berikut
<?
$sum = 0;
$i = 0;
while($i<strlen($word)){
    if(substr($word, $i, 1) == $words){
        $sum ++;
        $i++;
    }
}
echo $sum;
?>

Perpindahan

break

Break digunakan dalam looping untuk menghentikan suatu loop. Untuk lebih jelasnya, perhatikan kode berikut :

<?
// melakukan break pada $i == 2
for($i = 0; $1<5; $i++){
    if($i == 2){
        break;
    }
    echo("Nilai i : $i <br>");
}
echo("Loop Selesai");
?>
kode tersebut diatas akan melakukan break pada saat i bernilai 2, sehingga akan menghasilkan output sebagai berikut :
Nilai i : 0
Nilai i : 1
Loop Selesai

continue

continue berfungsi untuk melewati satu iterasi/putaran dalam rangkaian loop. Untuk lebih jelasnya, kode di atas

akan kita modifikasi.

<?
// melakukan continue pada $i == 2
for($i = 0; $1<5; $i++){
    if($i == 2){
        continue;
    }
    echo("Nilai i : $i <br>");
}
echo("Loop Selesai");
?>

kode tersebut akan melakukan break pada saat i bernilai 2, sehingga akan menghasilkan output sebagai berikut :
Nilai i : 0
Nilai i : 1
Nilai i : 3
Nilai i : 4
Loop Selesai

return

perintah return berfungsi untuk memerintahkan kode untuk keluar dari fungsi. Fungsi akan kita pelajari dengan lebih mendalam pada bagian selanjutnya. Untuk sementara, fungsi cuma akan digunakan untuk menjelaskan return. Perhatikan kode di bawah :

<?
function testReturn(){
    for($i = 0; $1<5; $i++){
    // melakukan return pada $i == 2
        if($i == 2){
        return;
        }
    echo("Nilai i : $i <br>");
    }
echo("Loop Selesai");
}
// jalankan function
testReturn();
echo("Function selesai");
?>
output dari script diatas akan menghasilkan :
Nilai i : 0
Nilai i : 0
Function Selesai
Perhatikan bahwa Loop Selesai tidak dijalankan. Ini menunjukkan bahwa setelah return dieksekusi, program
langsung keluar dari function dan mengeksekusi perintah setelah function, yaitu
echo("Function Selesai");

exit

exit digunakan untuk menghentikan keseluruhan script php. Untuk lebih jelasnya, kita akan modifikasi kode

di atas menjadi seperti berikut :

<?
function testExit(){
    for($i = 0; $1<5; $i++){
    // melakukan return pada $i == 2
        if($i == 2){
        exit;
        }
    echo("Nilai i : $i <br>");
    }
echo("Loop Selesai");
}
// jalankan function
testExit();
echo("Function selesai");
?>
outputnya adalah :
Nilai i : 0
Nilai i : 0
Function Selesai

Perhatikan bahwa baris echo(“Function selesai”); Tidak dijalankan.

Untuk melihat contoh penggunaan break, continue, return, dan exit; tambahkan tampilan pada

control_flow.html menjadi seperti gambar di bawah.

php64-3

Tambahkan baris kode berikut pada condition.php

<?
/*
variabel yang dibutuhkan
$mark -> tempat dilakukan perpindahan
$perintah -> perintah pindah : continue, break, return, exit
*/
function execute($tanda, $perintah){
    for($i=0; $i<11; $i++){
        if($i == $tanda){
            if($perintah == "continue"){
            continue;
            }elseif($perintah == "break"){
            break;
            }elseif($perintah == "return"){
                return;
            }elseif($perintah == "exit"){
            exit;
            }
        }
    echo($i."<br>");
    }
echo("Looping Selesai<br>");
}
execute($tanda, $perintah);
echo("Function execute selesai<br>");
?>
selsesai semoga bermanfaat

One thought on “Control Flow dalam PHP (if – else, if – elseif – else, switch – case, for, while, break, continue, return, exit)

    dedyapryy said:
    January 15, 2013 at 9:44 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s